6 Hal yang Wajib Kamu Lakukan Jika Investasi Pakai Dana Utang

Belum lama ramai fenomena influencer saham, sekarang viral kasus beli saham pakai utang. Mulai dari pinjaman online, nilep uang arisan, sampai gadai harta.

Duh, kalau sudah gelap mata, apapun dikorbankan meski untuk sesuatu hal yang belum pasti. Modalnya cuma ikut-ikutan. Kena jebakan betmen pompom saham dari artis atau publik figur yang pamer cuan saham.

Mending kalau untung. Ternyata sudah utang, malah boncos. Istilahnya sudah jatuh, tertimpa tangga pula.

Investasi Pakai Utang, Boleh Gak Sih?

Utang sebetulnya bisa menjadi berkah jika dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Dan investasi terbaik untuk pemula termasuk di dalamnya. Namun setiap investasi, pasti ada risikonya. Salah satunya kerugian. Walau sekecil apapun, pasti ada potensi tersebut.

Buat yang bertanya, sebenarnya investasi pakai utang boleh gak sih? Jawabannya boleh-boleh saja. Begitu kata Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho.

Kendati demikian, diakui Andy, investasi menggunakan utang harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Jangan FOMO

Istilah FOMO (Fear of Missing Out) sedang naik daun. Adalah perasaan yang membuat seseorang takut tertinggal. Takut tertinggal dalam segala hal, seperti saham-saham promosian artis.

Kalau Kaesang Pangarep, Raffi Ahmad, Ari Lasso dapat cuan gede dari saham-sahamnya, kamu juga harus beli saham yang sama biar untung berlipat juga. Ini yang dinamakan FOMO.

Sayangnya kamu bukan “sultan” seperti mereka. Duit pas-pasan, tetapi FOMO kamu ketinggian. Jadilah bela-belain utang demi investasi.

Begitu hajar kanan saham dalam jumlah besar pakai duit hasil utang, harganya malah jatuh. Amsyong deh. Gak jadi horang kaya, justru tambah melarat.

2. Kenali investasinya, analisa potensi kerugiannya

Tak kenal maka tak sayang. Pun dengan investasi. Kalau mau investasi pakai tabungan saja, harus tahu seluk beluk instrumen investasi yang dipilih, apalagi dengan utang.

Entah itu investasi saham, reksadana, deposito, fintech 2021 peer to peer lending, emas, hingga properti. Bedah lebih dalam. Pastikan hanya melakukan investasi di aplikasi investasi terbaik seperti Amartha misalnya.

Jangan hanya fokus pada keuntungan saja, tapi juga analisa potensi kerugiannya. Sebab walau sekecil apapun, investasi memiliki potensi rugi.

Kalau mau investasi pakai utang, harus cermat dalam menghitung dan menganalisis

3. Hitung keuntungan atau imbal hasilnya

Sebelum mantap investasi dengan utang, pastikan kamu sudah menghitung imbal hasil atau keuntungannya. Imbal hasil dari investasi ini harus lebih besar dari cicilan dan bunga utang yang harus dibayar.

4. Modal investasi disesuaikan dengan kebutuhan

Jika sudah menganalisis seluruhnya, kamu bisa menggelontorkan modal besar untuk investasi, termasuk membeli saham sebuah perusahaan.

Namun bila masih ragu atau pemula yang mau cari aman dulu, sebaiknya investasi dimulai dari modal kecil. Satu atau dua lot.

Ingat, modal yang kamu gunakan adalah utang. Bila memilih utang jangka pendek, perhatikan bunganya, pasti akan lebih besar dibanding utang dengan tenor panjang. Balik lagi, disesuaikan dengan kebutuhanmu.

5. Ambil tindakan cut loss

Investasi tidak sesuai harapan? Sering sekali terjadi. Kamu rugi besar, sementara bunga utang terus berjalan dan harus dibayar.

Langkah yang bisa kamu lakukan adalah cut loss. Menjual portofolio investasimu untuk menghindari kerugian lebih besar.

Bila hasil penjualan maupun pencairan investasi belum menutup kewajiban, kamu harus fokus mencari cara mengumpulkan uang demi membayar utang. Apakah itu cari kerja sampingan, gadai atau jual aset.

Oleh karena itu, sejak awal penting untuk menetapkan kemampuan soal rugi. Mampunya berapa persen. Jika lebih dari batas kemampuanmu, lakukan cut loss.

6. Investasi Sebaiknya Pakai Dana Nganggur

Walaupun investasi boleh pakai utang, namun sebaiknya modal berasal dari dana nganggur. Dari gaji tiap bulan, setelah dipotong sana sini untuk kebutuhan sehari-hari, bayar cicilan utang KPR, dana darurat, dan tabungan, masih ada sisa.

Kelebihan ini yang dapat kamu gunakan untuk investasi. Jadi, saat investasi berpikirnya rasional. Bahwa investasi gak melulu untung. Dan paling penting, dapat menghindarkanmu dari beban keuangan di masa depan.


Share:

Terkini

Label